air terjun tiu pupas

Air Terjun Tiu Pupas

Derasnya guyuran air terjun tentu memberikan sensasi yang menyenangkan. Di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat sedikitnya ada 5 air terjun yang kerap dijadikan jujugan wisatawan yakni air terjun Sendang Gile, air terjun Tiu Pupas, Tiu Kelep, Tiu Teja dan Batara Lejang. Air terjun Tiu Pupas berada di dusun Kerurak, desa Genggaleng, kecamatan Gangga. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 m dengan kedalaman kolam 4 m dan luas 100 m persegi. “Tiu” artinya genangan air dalam jumlah yang besar, sedangkan “Pupas” artinya sebuah akar yang tumbuh dari sebuah pohon yang biasanya hidup di tebing-tebing sungai dan daerah pegunungan yang tinggi. Disini Anda akan melihat panorama pegunungan yang sangat indah.

Sepanjang mata memandang adalah tumbuh-tumbuhan hijau yang menyejukkkan mata. Lokasi ini masih sepi karena belum banyak wisatawan tahu sehingga fasilitasnya juga tidak memadai. Namun karena jarang yang menikmati Tiu Pupas justru menjadikan tempat ini menarik. Anda bisa bermain sepuasnya dengan teman atau kerabat tanpa ada yang mengganggu. Lokasi ini berjarak sekitar 70 meter dari Mataram. Untuk mencapai tempat ini sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi karena belum tersedia angkutan umum. Rute perjalanan yang bisa ditempuh adalah Mataram – Pemenang – Tanjung – Gondang – Ledang Bagian – Keruak.

Selanjutnya adalah Tiu Kelep yang terletak di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Berbeda dengan Tiu Pupas , air terjun Tiu Kelep memiliki ketinggian 42 meter dan bertingkat-tingkat. Airnya cukup deras dan besar. Namun kolam yang berada di bawahnya tidak begitu dalam, hanya sepinggang orang dewasa. Dasar kolam lembut, sehingga memudahkan pengunjung untuk berenang. Dalam bahasa Sasak “Kelep” bermakna “terbang”. Sehingga nama ini ingin menggambarkan kondisi air terjun yang buih-buih airnya berterbangan di kolam. Banyak yang percaya, bahwa dengan mandi menggunakan air Tiu Kelep akan membuat Anda awet muda. Air terjun Tiu Kelep berjarak kurang lebih 60 km dari Mataram.

Air Terjun Tiu Pupas
Air Terjun Tiu Pupas

Untuk menuju desa Senaru diperlukan sekitar 2 hingga 3 jam. Sebaiknya Anda menyewa mobil karena tidak angkutan umum menuju air terjun Tiu Kelep. Masih berada di Senaru, ada air terjun Batara Lejang. Lokasinya berada di hulu atas dari air terjun Sendang Gila dan Tiu Kelep. Tempat ini masih sangat alami, sehingga tidak banyak mengunjungi. Walaupun begitu bukan berarti objek wisata ini tidak mempunyai daya tarik. Di Batara Lejang ada sumber air panas yang jernih. Anda bisa menghangatkan badan plus relaksasi di titik ini. Untuk mencapai air terjun Batara Lejang Anda harus melewati jalur pendakian ke Gunung Rinjani. Perjalanan dari pos pemeriksaan pertama sampai pintu rimba bisa ditempuh dalam waktu 30 menit.

Selanjutnya dari pintu tersebut ada jalan setapak menuju Batara Lejang. Nah, yang ini berada di Desa Santong, Kecamatan Kayangan. Namanya Tiu Teja yang artinya “pelangi”. Ketinggian air terjun Tiu Teja sekitar 40 meter dengan lebar 10 meter. Di sekeliling lokasi ini ditumbuhi tumbuh-tumbuhan yang asri dan lebat. Dibawah air terjun ini terdapat kolam kecil yang bisa digunakan untuk berenang dan bermain. Lokasi air terjun ini berjarak 35 km dari Bangsal. Kendati akses menuju tempat ini mudah, tetapi sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan karena tidak ada kendaraan umum.

Tips bagi Anda yang ingin mengunjungi air terjun Tiu Pupas, Tiu Kelep, Tiu Teja dan air terjun Batara Lejang adalah sebaiknya membawa bekal makan atau minum yang memadai karena di lokasi wisata itu belum menjual makanan. Khusus untuk air terjun Batara Lejang, ada baiknya mengajak teman yang sudah pernah kesana atau guide untuk menunjukkan jalannya. Selain 3 Tiu dan Batara Lejang, kaki Gunung Rinjani masih menyimpan air terjun lain yakni air terjun Jukut dan Joben yang dekat dengan desa wisata Tetebatu, Lombok Tengah. Karena fasilitas wisata beberapa air terjun di Lombok Utara itu belum memadai, sebaiknya Anda menginap di Mataram. Ada Grand Legi Hotel, Bidari Hotel dan Lombok Garden Hotel yang bisa menjadi pilihan.

Air Terjun Mayung Putek

Air Terjun Mayung Putek

Dari beberapa air terjun yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Mayung Putek punya keistimewaan yakni airnya yang mengandung belerang. Terletak di Desa Sajang, Sembalun, Lombok Timur, air terjun Mayung Putek adalah destinasi wisata yang harus Anda kunjungi. Diberi nama “Mayung Putek” yang dalam bahasa Sasak artinya rusa putih. Konon, lokasi air terjun ini pada saat-saat tertentu sering terlihat rusa putih sedang minum dan mandi. Air terjun Mayung Putek, beberapa diantaranya menuliskan dengan “puteq”, mempunyai ketinggian sekitar 60 meter.

Selain tergolong cukup tinggi, air yang deras menghujam ke bawah itu ternyata mengandung belerang karena berasal langsung dari Rinjani. Itu mengapa air terjun Mayung Putek berwarna putih dan mempunyai khasiat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Tempat wisata ini cocok untuk didatangi beramai-ramai dengan kerabat atau teman. Sambil menikmati deburan air yang jatuh ke bumi, kita bisa bercanda bersama. Kawasan ini juga masih sangat alami dengan udara yang bersih. Pemandangan indah dan menawan karena berada di kawasan kaki pegunungan Rinjani. Kita bisa menikmati air yang dingin dan menyehatkan serta pemandangan yang elok sekaligus.

air terjun mayung putek - lombok
Air Terjun Mayung Putek 

Pada musim liburan, banyak wisatawan yang memanfaatkan waktu luangnya untuk bersantai di air terjun Mayung Putek. Sayangnya, tidak fasilitas pendukung yang bisa dimanfaatkan pengunjung seperti misalnya toilet atau mushola. Ada dua alternatif rute yang bisa ditempuh untuk mencapai air terjung Mayung Putek. Yang pertama melewati kawasan Kabupaten Lombok Timur yakni Mataram – Narmada – Mantang – Kopang – Terara – Sikur – Aikmel – Suwela – Sapit – Lemor – Sembalun Bumbung – Sembalun Lawang Bira.

Sedangkan rute kedua melewati jalur Kabupaten Lombok Utara yakni Mataram-Pusuk atau sepanjang jalan Pantai Senggigi-Pemenang-Tanjung-Godang-Selengan-Batu Gembung-Desa Senaru-Dasan Grisak-Desa Sambek Elen-Bira. Sesampainya di Desa Bilok Petung, kita akan menemukan tanda panah bertuliskan “Air Terjun Mayung Putik”. Setelah mengikuti tanda tersebut kita akan berada di kawasan air terjun. Tapi perjalanan belum selesai, kita masih harus berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit melewati jalan setapak, menuruni anak tangga, melewati bukit dan menyeberangi sungai hingga tiba di lokasi air terjun tersebut. Anda sebaiknya menyewa mobil atau motor untuk menuju air terjun Mayung Putek.

Aur Ketu Sembalun Lawang

Aur Ketu Sembalun Lawang

Kawasan Gunung Rinjani tidak hanya identik dengan pendakian. Bagi yang tidak ingin mendaki, Anda tetap bisa menikmati keindahan taman nasional ini dengan berkemah di Aur Ketu Sembalun Lawang. Aur Ketu adalah lokasi persawahan yang berada di bawah kaki gunung Rinjani. Selain pemandangan alamnya yang elok, Aur Ketu dikaruniai tanah yang subur karena berada di area pegunungan vulkanik dengan tanah yang gembur hitam dan kaya unsur humus. Di beberapa sudut Aur Ketu terdapat pohon mahoni yang ditanam oleh para petani. Dengan akses jalan menuju Aur Ketu yang mudah, kini banyak wisatawan yang memilih Aur Ketu sebagai tempat camping yang ideal.

Uniknya, camping di Aur Ketu tidak dituntut membawa tenda karena di area ini hampir semua petani mendirikan gubug-gubug di sawah. Jika ingin merasakan sensasi menginap di gubug para petani itu, Anda bisa meminta ijin dan bermalam merasakan segarnya udara kawasan Rinjani. Pagi hari di Aur Ketu mungkin akan menjadi momen yang menyenangkan untuk para wisatawan yang camping di sini. Kawasan ini masih diselimuti kabut. Di kejauhan kita akan melihat gunung Rinjani dengan gagahnya “menjaga” Aur Ketu. Sepanjang mata memandang alam yang hijau akan menemani kita. Dinginnya Aur Ketu bisa dinikmati dengan hangatnya kopi yang biasa disantap oleh para wisatawan yang camping.

Aur Ketu Sembalun Lawang
Aur Ketu Sembalun Lawang

Kendati tetap akan menggigil, namun hangatnya kopi akan sedikit membuat tubuh Anda segar. Sembalun Lawang adalah desa yang berada di ketinggian 1156 mdpl di kaki utara Gunung Rinjani yang menjulang di 3.726 mdpl. Kawasan pedesaan ini mempunyai hawa yang dingin dengan hamparan sawah – salah satunya Aur Ketu – dan hutan tropis yang teduh. Desa ini dikelilingi oleh tebing bebatuan dengan kemiringan nyaris 90 derajat. Kudapan khas masyarakat Sembalun Lawang adalah kopi susu dan pisang goreng. Dinginnnya Sembalun berharap bisa dikalahkan dengan hangatnya kudapan ini. Bagi penghobi fotografi, pemandangan Sembalun termasuk Aur Ketu adalah momen yang wajib diabadikan.

Matahari terbit yang cantik dan pemandangan alam memesona tidak akan mudah untuk diabaikan begitu saja. Untuk menuju Sembalun kita bisa memilih satu dari dua rute yang bisa ditempuh. Rute pertama adalah Masbagik – Aikmel- Suela – Lemor – Pesugulan – Pusuk Sembalun. Rute kedua melewati Gunung Sari – Pusuk Pass – Pamenang – Tanjung – Bayan – Sajang. Dengan kendaraan pribadi Sembalun bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Sedangkan jika dengan angkutan kota sekitar 4,5 jam. Desa wisata lain yang juga menawarkan keindahan panorama desa adalah Tetebatu dan Sapit. Jika masih ingin mengunjungi destinasi wisata lain di Lombok, Anda bisa memilih penginapan yang ada di Mataram seperti Lombok Raya Hotel, Lombok Garden Hotel atauGrand Legi Hotel.

air terjun kerta gangga

Air Terjun Kerta Gangga

Lombok utara memang kaya akan tempat-tempat wisata seperti Pantai Senggigi bagian Utara, Tiga Gili (Gili Meno, Gili Air & Gili Trawangan), kawasan Wisata Senaru, Pantai Medana, Taman Laut Jambianom, Air Terjun Tiupupus dan masih banyak lagi yang lainnya dan salah satunya adalah Air Terjun Gangga yang  akan kami bahas secara singakat dan jelas dalam postingan kali ini. Air terjun yang terkenal dengan nama Gangga Waterfall ini terletak diantara dua Dusun yaitu Dusun Gangga dan dusun Kerta Raharja Desa genggelang Kabupaten Lombok Utara (KLU), Air terjun gangga ini memiliki struktur dua tingkatan dengan tiga lokasi air trejun 2 diantaranya berada dibagian atas dan satunya lagi berada ditingkat paling bawah.

Air Terjun Kerta Gangga menyajikan keindahan alam yang sungguh luar biasa, dari sebelum  kita sampai ditempat air terjun kita sudah disuguhkan oleh meriahnya pemandangan ratusan hekatar sawah penduduk yang membentang sepanjang jalan. Dan setelah sampai dilokasi Air Terjun kita juga akan disuguhkan dengan panorama yang luar biasa cantik seperti bukit dan pengunungan, pepohonan, tebing-tebing curam dan panorama birunya air laut yang bisa kita lihat secara langsung dari atas Air Terjun Gangga ini, Semua keindahan alam itu tersaji begitu rapi dan sangat alami. Siapa yang menyangka jika Jennifer Lopez dan Brad Pritt pernah mengunjungi air terjun Kerta Gangga ini pada tahun 1999.

air terjun gangga
Air Terjun Kerta Gangga

Keindahan Kerta Gangga memang sudah membuat siapapun ingin merasakan sejuk dan dinginnya air yang terjun dari ketinggian 35 – 40 meter tersebut. Air terjun Kerta Gangga terletak di dusun Kertaraharja, desa Genggelang, Gangga, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Air terjun Kerta Gangga memiliki dua tingkat, satu berada di bawah dan dua diatas. Untuk tingkatan yang diatas letaknya berdampingan, namun satu lainnya berada agak tersembunyi. Untuk melihatnya kita harus melewati jembatan bambu kecil. Saat musim panas, debit air terjun Kerta Gangga tidak sebanyak saat musim hujan. Panoramanya luar biasa indah terdiri dari bukit dan pegunungan serta tebing curam serta panorama ratusan hektar sawah yang bisa kita lihat sepanjang mata memandang.

Untuk mencapai lokasi dimana air terjun Kerta Gangga berada kita bisa menyewa kendaraan roda dua maupun roda empat. Letaknya berjarak 42 km dari arah utara kota Mataram dengan jarak tempuh 1,5 jam atau 7 km dari Kecamatan Gangga. Rute perjalananny adalah Mataram – Pemenang – Tanjung – Gondang – Lendang Bagian – Penjor – Kertaraharja. Sayangnya, 2 km menjelang lokasi air terjun kondisi jalan agak buruk. Sesampainya di areal parkir perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak yang menanjak sejauh kira-kira 500 m hingga tiba di lokasi air terjun berada. Air terjun ini merupakan salah satu objek wisata yang ada di Lombok.

gili tangkong

Gili Tangkong

Ada banyak gili di sekitar Pulau Lombok, dengan karakter dan keunikan pesona yang berbeda-beda. Salah satunya adalah Gili Tangkong. Pulau kecil yang satu ini sangat cocok bagi Anda yang suka dengan tempat sepi, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk dunia. Dilihat sekilas, Gili Tangkong seperti sebuah tempat pengasingan, yang jauh dari keramaian, terasing, dan tak ada fasilitas seperti tempat wisata pada umumnya. Namun setelah menginjak kawasan ini, Anda akan merasakan kedamaian yang sulit untuk didapatkan di tempat-tempat lainnya.

Nah, jika dibandingkan dengan gili-gili lainnya seperti Gili Trawangan dan Gili Air, Gili Tangkong memiliki kekhasan tersendiri. Bisa dikatakan bahwa Gili Tangkong merupakan satu-satunya gili yang masih “perawan”. Pulau kecil ini sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah didatangi oleh pengunjung. Selain itu juga tidak berpenghuni. Tak ada sampah plastik atau kaleng, bekas tempat minum, bahkan jejak kaki di “pantai perawan” Gili Tangkong ini. Tak hanya pantai saja, sekeliling pulau ini serasa menjadi pulau pribadi Anda. Anda bisa melakukan berbagai aktivitas seperti di gili atau pantai-pantai lainnya di Pulau Lombok. Seperti sekedar berjalan-jalan menikmati suasana dan pemandangan alaminya, berenang, ber-snorkling, bahkan menyelam untuk menikmati pemandangan bawah lautnya.

Gili Tangkong Island
Gili Tangkong Island

Namun tentu saja Anda harus membawa peralatan Anda sendiri. Serta tenda dan peralatan camping, dan bahan makanan jika Anda berencana ingin bermalam. Anda bisa ber-snorkling pada siang hari. Terumbu karang di perairan sekitar Gili Tangkong masih subur dan sehat. Tentu saja dengan berbagai penghuni lautnya yang tak kalah cantik. Seperti Clown FishTiger Fish, dan lain sebagainya. Sayangnya tranportasi umum untuk ke Gili Tangkong sangat jarang. Angkutan umum dari Mataram hanya mencapai pelabuhan Lembar saja, yang juga sangat jarang. Karena itu disarankan Anda menggunakan kendaraan pribadi untuk mencapai pelabuhan Lembar. Anda bisa menempuh rute  Mataram-Dasan Cermen-Rumak-Gerung-Lembar, dengan jarak sekitar 25 Kilometer.

Kemudian Anda bisa menyeberang ke Gili Tangkong dari pelabuhan Barang, yang letaknya sekitar 500 Meter sebelah Timur pelabuhan Lembar. Anda bisa menyewa perahu berkapasitas 6 orang untuk menyeberang, dengan harga sekitar Rp. 400.000,- perjalanan pulang-pergi. Selama perjalanan laut, Anda akan melewati beberapa gili dan tempat-tempat yang menarik. Seperti Gili Sundak, Gua Landak, Gili Kedis, dan Makam Keramat. Makam Keramat ini adalah sebuah makam yang terletak di tengah laut.

Makam ini berbentuk kubah yang berkaki dan dibangun dengan teknik tertentu. Sehingga jika air pasang, makam ini tidak akan tenggelam. Anda juga bisa menyeberang ke Gili Tangkong lewat pelabuhan Mawun. Letaknya sekitar 5 Kilometer dari pelabuhan Lembar. Letaknya memang lebih jauh, namun Anda akan menemui pantai berpasir putih yang akan menemani perjalanan Anda di Pulau Lombok. Dari pelabuhan Mawun, Anda juga harus menyewa perahu motor dengan harga dan kapasitas penumpang yang sama.

lombok

Objek Wisata Di Lombok Yang Mempunyai Mitos

Tempat wisata biasanya tidak hanya menawarkan keindahan semata, namun juga cerita mistis dan mitos yang dipercaya secara turun temurun. Berikut ini adalah beberapa objek wisata di Lombok yang mempunyai mitos dan hingga kini hal tersebut menjadi salah satu daya tarik destinasi ini hingga banyak wisatawan yang ingin membuktikannya.

1. Air Terjung Mayung Putek

Air Terjun Mayung Putek punya keistimewaan yakni airnya mengandung belerang. Terletak di Desa Sajang, Sembalun, Lombok Timur, air terjun Mayung Putek adalah destinasi wisata yang harus Anda kunjungi. Diberi nama “Mayung Putek” yang dalam bahasa Sasak artinya rusa putih. Konon, lokasi air terjun ini pada saat-saat tertentu sering terlihat rusa putih sedang minum dan mandi. Air terjun Mayung Putek, beberapa diantaranya menuliskan dengan “puteq”, mempunyai ketinggian sekitar 60 meter. Selain tergolong cukup tinggi, air yang deras menghujam ke bawah itu ternyata mengandung belerang karena berasal langsung dari Rinjani. Itu mengapa air terjun Mayung Putek berwarna putih dan mempunyai khasiat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.

2. Air Terjun Tiu Kelep

Tiu Kelep yang terletak di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Berbeda dengan Tiu Pupas , air terjun Tiu Kelep memiliki ketinggian 42 meter dan bertingkat-tingkat. Airnya cukup deras dan besar. Namun kolam yang berada di bawahnya tidak begitu dalam, hanya sepinggang orang dewasa. Dasar kolam lembut, sehingga memudahkan pengunjung untuk berenang. Dalam bahasa Sasak “Kelep” bermakna “terbang”. Sehingga nama ini ingin menggambarkan kondisi air terjun yang buih-buih airnya berterbangan di kolam. Banyak yang percaya, bahwa dengan mandi menggunakan air Tiu Kelep akan membuat Anda awet muda.

3. Makam Selaparang

Makam Selaparang berada di Lombok Timur, tepatnya di kecamatan Swela sekitar 65 km dari kota Mataram. Untuk masuk ke lokasi makam, kita harus membayar tiket seharga Rp. 5 ribu per orang. Kita juga harus mentaati segala peraturan di lokasi ini, yakni dilarang memotret, harus mengenakan baju yang sopan, melepas alas kaki dan bagi yang sedang menstruasi tidak boleh masuk ke area makam. Komples Makam Selaparang ramai dikunjungi peziarah pada waktu-waktu tertentu seperti menjelang musim keberangkatan jamaan haji dan beberapa waktu khusus lainnya. Tradisi ziarah ke Makam Selaparang masih lestari hingga sekarang. Ada tiga makam yang banyak dikunjungi di kompleks Makam Selaparang yakni makam Raja Selaparang, makam orang tua Raja Selaparang dan makam panglima Gajah Mada. Di ketiga makam ini, pengunjung sering menaburkan bunga dan membasuh muka dengan air yang telah seediakan. Dengan membasuh muka ini diyakini bagi yang masih lajang akan cepat mendapat jodoh.

4. Makam Loang Baloq

Makam Loang Baloq adalah kawasan pemakaman yang didalamnya terdapat puluhan jasad. Yang menjadi istimewa dan kerap dikunjungi warga adalah makam Maulana Syech Gaus Abdurrazak, makam Anak Yatim dan Datuk Laut. Syech Gaus Abdurrazak adalah pendakwah Islam dari Baghdad Irak yang menyebarkan Islam di Palembang dan kemudian Lombok sekitar 18 abad lalu. Selain berziarah, pengunjung yang datang ke kompleks makam ini juga menggelar sejumlah ritual seperti potong rambut anak yang masih balita atau disebut dengan ngurisang. Peziarah biasanya juga menyampaikan nazar dan berdoa di makam agar segera permintaanya segera dikabulkan. Misalnya seperti minta jodoh, panjang umur, sehat dan murah rejeki. Bagi yang menyampaikan nazar tertentu, mereka selalu mengikatkan sesuatu ke akar gantung pohon beringin. Jika nazar mereka dikabulkan, mereka akan kembali lagi ke tempat itu dan membuka ikatan serta membayar nazar yang sudah disampaikan. Tradisi dan kebiasaan ini disebut dengan Saur Sesangi.

5. Air Terjun Jeruk Manis

Ari Terjun Jeruk Manis

Air terjun Jukut juga sering disebut sebagai air terjun Jeruk Manis. Air terjun ini punya ketinggian sekitar 40 meter dengan curah air yang sangat besar dan jernih. Objek wisata yang menyegarkan ini berada di kaki gunung Rinjani tepatnya di sebelah selatan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Rinjani. Menurut cerita yang turun temurun, air terjun ini dipercaya dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit terutama juga berkhasiat untuk menyuburkan rambut. Untuk pengobatan penyakit, biasanya dilakukan dengan ritual tradisional yang dipimpin oleh seorang Pemangku.

6. Taman Narmada

Taman Narmada adalah taman yang dibangun pada 1805 oleh Raja Mataram Lombok Anak Agung Ngurah Karangasem. Pada awalnya, Taman Narmada di bangun untuk tempat perayaaan upacara Pakelem yang dilaksanakan setiap purnama kelima tahun Caka. Selain itu Taman Narmada juga tempat peristirahatan para Raja dan keluarga saat musim kemarau. Ada yang mengatakan bahwa desain Taman Narmada di dibuat meniru suasana yang ada di puncak Gunung Rinjani. Keunikan Taman Narmada adalah air kolamnya yang banyak dipercaya membuat awet muda. Tak heran jika Anda akan melihat kolam ini dipenuhi wisatawan dan juga warga setempat untuk mandi atau hanya membasuh badan saja. Karena kandungan mineralnya yang cukup tinggi, Anda akan merasakan betapa segarnya setelah bermain air di kolam tersebut. Taman Narmada berada di desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat atau 10 km arah timur kota Mataram.

7. Taman Nasional Gunung Rinjani

Gunung Rinjani adalah gunung primadona wisata di Lombok. Wisata petualangan gunung Rinjani ini tidak hanya menyajikan tantangan mendaki bagi para pecinta alam namun juga kecantikan Kaldera Danau Segara Anak. Gunung Rinjani adalah Gunung tertinggi nomor 2 di Indonesia yang merupakan kawasan terpadu Taman Nasional seluas 41.330 hektar. Berdasarkan legenda yang dipercaya oleh masyarakat Hindu, puncak Gunung Rinjani merupakan tempat bersemayam para dewa. Gunung ini terletak di Pulau Lombok bagian utara dan menjulang setinggi 3.726 dpl. Jika Anda ingin mendaki gunung ini, ada baiknya Anda mempelajari dulu rute yang sudah biasa dilalui para pendaki.

Gili Lampu

Gili Lampu

Beberapa orang Lombok yang pernah datang ke Gili Lampu mungkin lebih mengenal nama tempat tersebut sebagai Pulau Lampu. Sebuah pulau kecil atau lebih tepat dikatakan Gili ini terletak di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Gili Lampu bukanlah sebuah pulau yang berisi lampu atau diterangi oleh lampu. Namun pulau ini merupakan tempat berdirinya sebuah mercusuar peninggalan jaman Jepang yang masih ada dan berfungsi hingga saat ini.

Dahulu Gili Lampu dimanfaatkan sebagai tempat peristirahatan para nelayan yang memancing di laut sekitar daerah tersebut. Namun lambat laun, karena keindahan alamnya serta inisiatif dari berbagai pihak terutama pemuda dan pemerintah setempat, Gili Lampu dipromosikan sebagai daerah wisata. Para wisatawan dapat menikmati keindahan alam, mereka dapat berenang di pantai sekitar Gili dan bagi para wisatawan yang menginap, mereka akan menyaksikan keindahan matahari terbit dari Gili Lampu. Gili Lampu terletak sekitar 2 Km di sebelah timur Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur. Gili ini diapit oleh Selat Alas dan Gili Petagan.

Gili Lampu
Gili Lampu

Secara administratif Gili atau Pulau Lampu termasuk dalam wilayah Kecamatan Sambelia, posisinya sekitar 2 Km di sebelah timur Dusun Transad Desa Labuhan Pandan. Dari segi komposisi pulau ini lebih tepat disebut gugusan karang, karena jenis vegetasi yang dominan tumbuh di atasnya hanya bakau. Di sebelah timur Pulau Lampu berbatasan dengan Selat Alas, kemudian di utaranya terdapat Gili Petagan yang berukuran sedikit lebih besar, dan di sebelah selatan ada beberapa gugusan pulau kecil yang masyarakat setempat menamainya Gili Lebur. Kuat dugaan bahwa sebelumnya pulau-pulau ini merupakan satu kesatuan. Namun akibat arus pasang dan naiknya permukaan air laut, menyebabkan gugusan pulau karang ini seolah terpisah satu sama lainnya.

Sekitar tahun 1970-an, Pulau Lampu hanyalah tempat peristirahatan para nelayan yang kebetulan sedang mencari ikan di perairan sekitarnya. Pada waktu itu penggunanya kebanyakan adalah nelayan setempat, yaitu dari Dusun Labuan Pandan (Sekarang Desa Labuan Pandan, red), sebagian kecil dari Dusun Tibu Borok dan sekitarnya, serta nelayan luar seperti dari Labuan Lombok, Tanjung Teros, Labuan Haji, atau Pulau Sumbawa. Demikian pula dengan pantainya, komunitas nelayan atau warga setempat lebih banyak memanfaatkannya untuk pelabuhan perahu dan sampan atau sekedar untuk mencari nener (bibit bandeng). Tetapi memasuki pertengahan tahun 1980-an, pemanfaatan obyek Pulau Lampu mengalami perkembangan proyeksi.

 Tidak hanya sebatas aktivitas nelayan dan budidaya perikanan, tetapi lebih didorong kearah kepariwisataan. Masyarakat sekitar terutama dari Dusun Transad yang pada dasarnya tidak berlatar belakang nelayan mulai tertarik melakukan pengembangan, antara lain dengan membersihkan dan menata pantai sehingga nyaman untuk rekreasi. Beberapa fasilitas meskipun alakadar (minimalis) mulai disediakan, seperti tempat pedagang makanan dan minuman ringan, membuat sumur pembilasan, tempat ganti pakaian, dan toilet umum. Kemudian pada tahun 1990-an, selain menyediakan penginapan seperti bungalow-bungalow, kelompok pengelola setempat yang dimotori Mas Yanto dkk terus melakukan pembenahan, misalnya dengan menyediakan paket penyeberangan ke Gili atau perjalanan antar lokasi wisata pantai di Pulau Lombok. Pada waktu itu kerjasama sudah dilakukan dengan agen tour and travel ternama, seperti “Perama”.

Saat ini obyek wisata Pulau Lampu sudah lebih dari cukup terkenal, khususnya sebagai salah satu destinasi wisata pantai yang ada di Pulau Lombok. Dalam promosi paket tour wisata yang disebutkan adalah “Pulau Lampu”, tetapi sepertinya yang lebih dominan wisata pantai. Selain bisa mandi dan berenang dengan aman di pantai, ketertarikan wisatawan lokal kebanyakan berkunjung kesana mungkin karena sensasi nama “Pulau Lampu”. Sedangkan bagi wisatawan luar atau mancanegara, yang menjadi magnet bukanlah sekedar nama itu, melainkan karena disana mereka bisa menikmati “sunrise”.

Secara analogi, kalau pariwisata di Bali punya Sanur dan Kuta untuk melihat sunrise dan sunset, maka pariwisata Lombok memiliki Pulau Lampu dan Senggigi untuk menikmati sunrise dan sunset. Kira-kira begitulah ilustrasinya walaupun pada kenyataan kondisi sangat jauh dari kata seimbang, khususnya untuk fasilitas pendukung. Tetapi bagaimanapun, inisiatif dan keberhasilan yang dicapai Masyarakat Sambelia terutama para pemuda di Dusun Transad ini patut mendapatkan apresiasi. Sebuah karya anak bangsa, yang sudah sepantasnya para pihak mendukung untuk pengembangan wisata daerah NTB, serta peningkatan manfaat yang seluasnya bagi masyarakat sekitar. Jika ingin lebih sukses, maka masih banyak yang perlu dilakukan bersama, misalnya bagaimana mengemas budaya dan produk lokal yang ada menjadi paket wisata guna meningkatkan pesona dan daya tarik kepariwisataan. Sudah barang tentu, semua itu harus dimulai dari sekarang hingga masa-masa selanjutnya.

Gunung Pengsong

Membicarakan gunung di Lombok memang tidak lepas dari Gunung Rinjani. Tapi tahukah Anda, Lombok juga punya Gunung Pengsong yang menampilkan panorama cantik. Apalagi saat daun-daun berguguran di gunung ini, pasti terkesima. Gunung Pengsong terlalu rendah untuk dikatakan sebuah gunung, karena ketingggian gunung ini hanya mencapai 200 mdpl tapi lumayan menguras tenaga untuk mencapai puncak tertinggi.

Bersyukur, untuk mendaki puncak tertinggi sudah disediakan anak tangga sehingga terasa terbantu untuk mendakinya. Dengar-dengar, jumlah anak tangga mencapai 200 anak tangga. Pendapat lain juga mengatakan terdapat sebanyak 236 anak tangga. Suguhan wisata yang bisa dinikmati adalah ribuan monyet yang berkeliaran, mulai dari bawah kaki gunung sampai puncak. Sepanjang jalan akan ditemani oleh segerombolan Kera, dengan spesies Macaca fascicularis yang termasuk primata tua endemik Indonesia.

gunung pengsong lombok

Berada di puncak menjadi wisata mata terbaik setelah kaki lelah mendaki. Di puncak Gunung Pengsong berdiri bagunan Pura yang menjadi tempat sembahyang masyarakat Hindu. Nah, Pura ini diyakini menjadi Pura tertua di Lombok sebagai warisan dari kerajaan Karangasem Bali. Dari puncak gunung, kita dapat menikmati pemandangan hamparan sawah, batas laut dengan darat, bahkan bangunan-bangunan yang menghiasai Lombok Barat.

Selain bisa bertemu dengan segerombolan Kera dan menikmati pemandangan dari puncak Pengsong, hal yang paling mengagumkan adalah menikmati daun-daun yang berguguran dari pepohonan gunung tersebut. Menikmati hamparan daun coklat secara alamiah. Pohon-pohon tersebut menggugurkan daunnya untuk mengurangi kebutuhan air dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Indah, sangat indah! hamparan coklat ini sangat natural. Ternyata Lombok tidak selalu biru, ketika musim panas tiba, waktunya gemerlap coklat menghiasi Pulau Lombok tercinta.

Taman Nasional Gunung Rinjani

Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) merupakan salah satu ekosistem dengan tipe hutan hujan pegunungan dan savanna yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. TNGR meliputi daerah sekitar kawasan Gunung Rinjani, dengan luas taman ±40.000 hektar yang dikelilingi oleh hutan dan semak belukar seluas ±76.000 hektar. Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia, terletak ±3.726 meter dari permukaan laut.

Gunung Rinjani memiliki kawah yang cukup luas, didalamnya terdapat sebuah danau kawah yang disebut danau Segara Anak. Danau ini dipercaya memiliki kekuatan magis, menurut cerita yang beredar di masyarakat, apabila Danau Anak terlihat luas, menandakan bahwa usia orang yang melihatnya masih panjang. Begitu juga sebaliknya, jika tampak sempit, maka menandakan orang yang melihatnya berusia pendek. Dan untuk itu, sebaiknya melakukan bersih diri dan berjiwa tenang sebelum memandang kembali Danau Segara Anak.

taman nasional gunung rinjani

Selain itu, juga ada misteri lain tentang Dewi Anjani yang konon merupakan keturunan langsung Raja Selaparang. Hasil pernikahan Sang Raja dengan makhluk halus yang bermukim di Gunung Rinjani, ketika Beliau memohon hujan untuk daerahnya karena kekeringan panjang yang melanda Kerajaan Selaparang pada masa itu. Oleh karena itulah, hingga saat ini masyarakat Suku Sasak dan Hindu Dharma di Pulau Lombok sering melakukan Upacara Mulang Pekelem.

Pendakian Gunung Rinjani merupakan salah satu objek wisata yang menjadi andalan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Dengan puncak Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak sebagai tujuan utama sebagian besar petualang dan pecinta alam, baik yang berasal dari nusantara maupun mancanegara. Ada beberapa jalur utama dan resmi yang bisa ditempuh dalam proses pendakian, diantaranya ada Jalur Sembalun, Jalur Senaru dan Jalur Torean. Namun dari ketiga jalur tersebut, untuk Jalur Senaru yang paling ramai ditempuh oleh para pendaki. Hal itu disebabkan karena jalur ini juga digunakan sebagai jalur trekking.

Selain itu, jalur Senaru juga digunakan sebagai jalur pendakian oleh masyarakat adat yang akan melakukan ritual adat/ keagamaan di Puncak Gunung Rinjani atau Danau Segara Anak. Meski demikian, setiap jalur memiliki keindahan tersendiri dan juga fasilitas yang tidak jauh berbeda yang disediakan oleh Pengelola TNGR. Menurut informasi yang kami terima, untuk melakukan pendakian sebaiknya antara bulan Juli sampai bulan Agustus (petengahan). Dan sebelum melakukan pendakian, ada baiknya konfirmasi terlebih dahulu dengan pihak Pengelola TNGR.

Air Terjun Sendang Gila

Namannya memang Air Terjun Sendang Gila, namun masyarakat menyebutnya dengan air Terjun Sendang Gile. Konon, air terjun ini tidak sengaja ditemukan oleh warga yang sedang memburu singa gila yang mengacau sebuah kampung dan kemudian masuk ke dalam hutan. Untuk lokasinya sendiri, Air Terjun Sendang Gile berada tepat di bawah Gunung Rinjani, desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Tengah, NTB.

Untuk menuju lokasinya, ada dua jalur alternative kalau dari Kota Mataram, yaitu jalur Pusuk dan Jalur Senggigi. Kalau melalui jalur Pusuk, suasana yang disuguhkan dalam perjalanan menuju ke lokasi sangat mengagumkan. Suasana yang sejuk khas pegunungan dan hutan lebat yang mengelilingi, ketika sampai di Pusuk, kita bisa melihat banyak monyet yang sudah jinak berkeliaran. Biasanya para wisatawan yang melalui jalur ini, berhenti sejenak untuk member makanan pada gerombolan monyet yang sedang berkeliaran.

sendang gila

Sedangkan untuk jalur Seinggigi, kita akan melihat indahnya pantai dan gugusan tiga Pulau Gili. Kedua jalur tersebut akan bertemu di desa pamenang, kemudian perjalan dilanjutkan dengan melewati beberapa desa termasuk pusat pemerintahan Tanjung. Dan setelah sampai dilokasi, kita cukup membayar tiket Rp. 5.000. Untuk mencapai air terjunnya, kita harus menuruni beberapa anak tangga melalui lembah yang mungkin jumlahnya sekitar ratusan saja. Air terjun yang muncul dari atas tebing dengan ketinggian ±32 meter ini, terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang hanya satu jalur air, dan bagian bawah yang keluar dari beberapa sumber air.

Sedangkan suasana yang ditawarkan, cukup mampu untuk membuat para pengunjungnya rileks dan merasa damai. Apalagi bagi wisatawan yang ingin menghindari kesibukan dari segala aktifitas. Sentuhan alamnya tergolong masih jauh dari nuansa perkotaan, panorama asri dan cukup menawan. Serta udaranya yang segar, sejenak mampu untuk melupakan segala kepenatan yang terjadi ramainya kota. Konon, menurut kepercayaan penduduk setempat, air yang ada di lokasi lombok ini memiliki unsur magis. Airnya dipercaya dapat membuat seseorang menjadi lebih muda satu tahun dari usia yang sebenarnya.