air terjun tiu pupas

Air Terjun Tiu Pupas

Derasnya guyuran air terjun tentu memberikan sensasi yang menyenangkan. Di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat sedikitnya ada 5 air terjun yang kerap dijadikan jujugan wisatawan yakni air terjun Sendang Gile, air terjun Tiu Pupas, Tiu Kelep, Tiu Teja dan Batara Lejang. Air terjun Tiu Pupas berada di dusun Kerurak, desa Genggaleng, kecamatan Gangga. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 m dengan kedalaman kolam 4 m dan luas 100 m persegi. “Tiu” artinya genangan air dalam jumlah yang besar, sedangkan “Pupas” artinya sebuah akar yang tumbuh dari sebuah pohon yang biasanya hidup di tebing-tebing sungai dan daerah pegunungan yang tinggi. Disini Anda akan melihat panorama pegunungan yang sangat indah.

Sepanjang mata memandang adalah tumbuh-tumbuhan hijau yang menyejukkkan mata. Lokasi ini masih sepi karena belum banyak wisatawan tahu sehingga fasilitasnya juga tidak memadai. Namun karena jarang yang menikmati Tiu Pupas justru menjadikan tempat ini menarik. Anda bisa bermain sepuasnya dengan teman atau kerabat tanpa ada yang mengganggu. Lokasi ini berjarak sekitar 70 meter dari Mataram. Untuk mencapai tempat ini sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi karena belum tersedia angkutan umum. Rute perjalanan yang bisa ditempuh adalah Mataram – Pemenang – Tanjung – Gondang – Ledang Bagian – Keruak.

Selanjutnya adalah Tiu Kelep yang terletak di Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Berbeda dengan Tiu Pupas , air terjun Tiu Kelep memiliki ketinggian 42 meter dan bertingkat-tingkat. Airnya cukup deras dan besar. Namun kolam yang berada di bawahnya tidak begitu dalam, hanya sepinggang orang dewasa. Dasar kolam lembut, sehingga memudahkan pengunjung untuk berenang. Dalam bahasa Sasak “Kelep” bermakna “terbang”. Sehingga nama ini ingin menggambarkan kondisi air terjun yang buih-buih airnya berterbangan di kolam. Banyak yang percaya, bahwa dengan mandi menggunakan air Tiu Kelep akan membuat Anda awet muda. Air terjun Tiu Kelep berjarak kurang lebih 60 km dari Mataram.

Air Terjun Tiu Pupas
Air Terjun Tiu Pupas

Untuk menuju desa Senaru diperlukan sekitar 2 hingga 3 jam. Sebaiknya Anda menyewa mobil karena tidak angkutan umum menuju air terjun Tiu Kelep. Masih berada di Senaru, ada air terjun Batara Lejang. Lokasinya berada di hulu atas dari air terjun Sendang Gila dan Tiu Kelep. Tempat ini masih sangat alami, sehingga tidak banyak mengunjungi. Walaupun begitu bukan berarti objek wisata ini tidak mempunyai daya tarik. Di Batara Lejang ada sumber air panas yang jernih. Anda bisa menghangatkan badan plus relaksasi di titik ini. Untuk mencapai air terjun Batara Lejang Anda harus melewati jalur pendakian ke Gunung Rinjani. Perjalanan dari pos pemeriksaan pertama sampai pintu rimba bisa ditempuh dalam waktu 30 menit.

Selanjutnya dari pintu tersebut ada jalan setapak menuju Batara Lejang. Nah, yang ini berada di Desa Santong, Kecamatan Kayangan. Namanya Tiu Teja yang artinya “pelangi”. Ketinggian air terjun Tiu Teja sekitar 40 meter dengan lebar 10 meter. Di sekeliling lokasi ini ditumbuhi tumbuh-tumbuhan yang asri dan lebat. Dibawah air terjun ini terdapat kolam kecil yang bisa digunakan untuk berenang dan bermain. Lokasi air terjun ini berjarak 35 km dari Bangsal. Kendati akses menuju tempat ini mudah, tetapi sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan karena tidak ada kendaraan umum.

Tips bagi Anda yang ingin mengunjungi air terjun Tiu Pupas, Tiu Kelep, Tiu Teja dan air terjun Batara Lejang adalah sebaiknya membawa bekal makan atau minum yang memadai karena di lokasi wisata itu belum menjual makanan. Khusus untuk air terjun Batara Lejang, ada baiknya mengajak teman yang sudah pernah kesana atau guide untuk menunjukkan jalannya. Selain 3 Tiu dan Batara Lejang, kaki Gunung Rinjani masih menyimpan air terjun lain yakni air terjun Jukut dan Joben yang dekat dengan desa wisata Tetebatu, Lombok Tengah. Karena fasilitas wisata beberapa air terjun di Lombok Utara itu belum memadai, sebaiknya Anda menginap di Mataram. Ada Grand Legi Hotel, Bidari Hotel dan Lombok Garden Hotel yang bisa menjadi pilihan.

Air Terjun Mayung Putek

Air Terjun Mayung Putek

Dari beberapa air terjun yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Mayung Putek punya keistimewaan yakni airnya yang mengandung belerang. Terletak di Desa Sajang, Sembalun, Lombok Timur, air terjun Mayung Putek adalah destinasi wisata yang harus Anda kunjungi. Diberi nama “Mayung Putek” yang dalam bahasa Sasak artinya rusa putih. Konon, lokasi air terjun ini pada saat-saat tertentu sering terlihat rusa putih sedang minum dan mandi. Air terjun Mayung Putek, beberapa diantaranya menuliskan dengan “puteq”, mempunyai ketinggian sekitar 60 meter.

Selain tergolong cukup tinggi, air yang deras menghujam ke bawah itu ternyata mengandung belerang karena berasal langsung dari Rinjani. Itu mengapa air terjun Mayung Putek berwarna putih dan mempunyai khasiat bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Tempat wisata ini cocok untuk didatangi beramai-ramai dengan kerabat atau teman. Sambil menikmati deburan air yang jatuh ke bumi, kita bisa bercanda bersama. Kawasan ini juga masih sangat alami dengan udara yang bersih. Pemandangan indah dan menawan karena berada di kawasan kaki pegunungan Rinjani. Kita bisa menikmati air yang dingin dan menyehatkan serta pemandangan yang elok sekaligus.

air terjun mayung putek - lombok
Air Terjun Mayung Putek 

Pada musim liburan, banyak wisatawan yang memanfaatkan waktu luangnya untuk bersantai di air terjun Mayung Putek. Sayangnya, tidak fasilitas pendukung yang bisa dimanfaatkan pengunjung seperti misalnya toilet atau mushola. Ada dua alternatif rute yang bisa ditempuh untuk mencapai air terjung Mayung Putek. Yang pertama melewati kawasan Kabupaten Lombok Timur yakni Mataram – Narmada – Mantang – Kopang – Terara – Sikur – Aikmel – Suwela – Sapit – Lemor – Sembalun Bumbung – Sembalun Lawang Bira.

Sedangkan rute kedua melewati jalur Kabupaten Lombok Utara yakni Mataram-Pusuk atau sepanjang jalan Pantai Senggigi-Pemenang-Tanjung-Godang-Selengan-Batu Gembung-Desa Senaru-Dasan Grisak-Desa Sambek Elen-Bira. Sesampainya di Desa Bilok Petung, kita akan menemukan tanda panah bertuliskan “Air Terjun Mayung Putik”. Setelah mengikuti tanda tersebut kita akan berada di kawasan air terjun. Tapi perjalanan belum selesai, kita masih harus berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit melewati jalan setapak, menuruni anak tangga, melewati bukit dan menyeberangi sungai hingga tiba di lokasi air terjun tersebut. Anda sebaiknya menyewa mobil atau motor untuk menuju air terjun Mayung Putek.