Air Terjun Geripak

Air Terjun Geripak

Ada banyak air terjun di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat. Salah satunya adalah air terjun Geripak yang berada di Lombok Barat tepatnya di desa Gunturmacan, Kecamatan Gunungsari. Dari Mataram, lokasi ini bisa ditempuh dengan 2 jam perjalanan. Air terjun Geripak berada di ketinggian 500 meter dpl. Para pecinta alam biasanya melalui rute dari desa Dopang, diteruskan dengan menelusuri punggung bukit Segembong. Sesampainya di Berugak Elen Anda bisa sambil melihat pemandangan yang memesona. Terlihat hamparan sawah yang hijau, pantai Ampenan, dan sudut-sudut indah lain di Lombok.

Mendekati lokasi ini jalanan mulai sulit dilalui. Air terjun ini posisinya tersembunyi sehingga kita harus banyak bertanya kepada warga sekitar. Menuju tanjakan air terjun ini, kita harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak. Berhati-hatilah karena jalan ini cukup curam. Di sepanjang perjalanan menuju air terjun Geripak ini banyak sekali pohon durian dan berbagai macam tumbuhan lain-lainnya. Namun kelelahan kita akan teorbati begitu melihat bagaimana indahnya air terjun Geripak. Jika Anda membawa bekal makanan, sambil menyantap kudapan, kita bisa bersantai menikmati dinginnya suasana di Lombok.

Air Terjun Geripak
Air Terjun Geripak

Ada beberapa pedagang yang menjajakan makanannya disini. Jadi kita tidak perlu khawatir akan kelaparan. Airnya khas pegunungan, sangat bersih dan jernih. Kita bisa bermain dan mandi di bawah siraman air terjun Geripak. Tempat wisata ini cocok bagi kita yang sehari-hari sibuk bekerja dan ingin menikmati indahnya alam pegunungan. Air terjun Geripak membuat pikiran dan badan menjadi segar kembali dan siap menjalani aktivitas sehari-hari.

Seperti diketahui, alam Lombok yang terdiri dari pegunungan serta pantai menyediakan banyak keindahan untuk dikunjungi. Air terjun Geripak adalah satu dari beberapa air terjun yang ada di Lombok seperti air terjun Sendang GilaJeruk Manis dan Joben yang ada di Tetebatu. Selain itu ada air terjun Tiu Pupas, Tiu Kelep, Tiu Teja dan Batara Lejang yang ada di Lombok Utara. Di Sembalun ada air terjun Mayung Putek. Masing-masing destinasi itu mempunyai keunikan masing-masing. Ada yang bisa menyembuhkan penyakit kulit dan cerita-cerita mistis yang dipercaya oleh warga sekitar.

Pura Batu Bolong

Pura Batu Bolong

Jika di Pura Gunung Pengsong Anda menikmati sensasi beribadah di puncak ketinggian, maka di Pura batu Bolong ini Anda akan merasakan indahnya berdoa di bibir pantai Senggigi Lombok Nusa Tenggara Barat. Disebut batu bolong karena pura ini terletak di atas batu hitam yang memiliki lubang di tengah. Keindahan Pura Batu Bolong konon yang membawa kesan tersendiri bagi umat Hindu yang bersembahyang. Bagaimana tidak, Anda akan ditemani oleh deburan ombak yang menabrak karang Pura Batu Bolong dan menyesap perlahan melalui ronngga-rongga. Di bawah naungan pohon dan hamparan langit biru Pantai Senggigi inilah Pura Batu Bolong seakan membawa umatnya larut dalam keindahan alam ciptaan yang Maha Kuasa. Keindahan Pura Batu Bolong kerap disejajarkan dengan Pura Tanah Lot Bali yang letaknya menjorok dari garis pantai.

Suasana spritual Pura Batu Bolong tersebut ditambah lagi dengan letak Pura yang berhadapan dengan Selat Lombok dan Gunung Agung Bali, gunung yang disucikan oleh umat Hindu. Menurut kesaksian masyarakat yang beribadah di pura ini, walaupun suara ombak datang silih berganti namun keheningan bercampur dengan spirit religius selalu menggema. Pura batu Bolong adalah merupakan salah satu pura di Lombok yang terdiri dari dua bangunan pura. Yang pertama adalah pura yang terletak di bawah pohon dan berada di dekat pintu masuk setelah menuruni beberapa anak tangga bernama Pura Ratu Gede Mas Mecaling. Sedangkan pura kedua berada di atas karang yang tingginya sekitar 4 meter berada di posisi yang menjorok. Beberapa patung yang terdapat di pura ini adalah patung Subali, Sugriwa, Rama, Laksmana dan patung Naga. Keberadaan Pura batu Bolong ini secara langsung memiliki makna tradisi yang bersentuhan dengan kehidupan masyarakat Hindu di Lombok yang diwariskan oleh budaya Bali.

Pura Batu Bolong
Pura Batu Bolong

Walaupun ada kedekatan secara historis-geografis, namun masyarakat Hindu setempat tetap melekatkan makna tradisi didalamnya. Kemiripan makna tradisi dengan yang ada di Bali terlihat dari jenis-jenis pelinggih yang di bangun di pura ini. Uniknya, saat lebaran tiba, umat muslim di Lombok akan datang beramai-ramai ke pantai di depan pura. Mereka beramai-ramai menikmati opor ayam, ketupat, ayam taliwang serta serundeng. Inilah bukti nyata kerukunan antara umat Islam dan Hindu yang menunjukkan bahwa mereka dapat hidup berdampingan secara harmonis. Keharmonisan yang sama akan kita lihat jika mengunjungi Pura Lingsar di Kecamatan Narmada Lombok Barat.

Seperti halnya pura-pura yang ada di Lombok, setiap pengunjung diharuskan untuk mentaati beberapa peraturan yakni diharuskan memakai selendang kuning yang dililitkan pada pinggang dan bagi wanita yang sedang datang bulan dilarang untuk datang ke pura ini. Jangan lupa untuk sukarela menyumbang uang sebagai dana kebersihan dan perawatan pura ini. Pura Batu Bolong tak hanya dikunjungi mereka yang akan beribadah, namun juga para penghobi fotografi. Maklum pura ini sangat indah dikunjungi pada saat sunset. Saat matahari melebur dengan alam, laut yang disepuh warna matahari keemasan siapkan kamera Anda untuk mengabadikan momen berharga ini. Saat malam tiba, bintang-bintang memayungi Pura Batu Bolong dan deburan ombak Pantai Senggigi semakin keras terdengar. Kawasan Pura batu Bolong ini cukup ramai. Banyak pedagang souvenir, makanan dan minuman yang siap menjamu Anda kala lapar dan haus datang.