Gili Meno

Jika Anda sudah mengunjungi Gili Air dan Gili Trawangan, tak ada salahnya untuk mampir sekalian menengok Gili Meno yang menawan. Berbeda dengan Gili Trawangan dan Gili Air, Meno mempunyai luas daratan paling kecil dan hanya dihuni sekitar 300 penduduk. Itulah mengapa Gili Meno disebut sebagai pulau dengan fasilitas minim karena tidak ada toko, sehingga wisatawan harus memiliki persediaan sendiri. Namun demikian, Gili Meno menyimpan keindahan yanag tak dipunyai oleh gili lainnya yakni danau garam dan sudut menyelam yang spektakuler seperti Meno Wall, Sea Point Penyu dan Point Coral Blue. Pantai di bagian timur pulau ini sangat bagus dan cocok untuk snorkling. Di Gili Meno Anda akan menjumpai penyu bebas berenang dan species karang berwarna-warni.

Ada banyak pilihan aktivitas liburan yang menyenangkan di Gili Meno. Sudut-sudut untuk diving sudah menanti untuk Anda susuri. Taman terumbu karang di sekitar utara timur pantai ini layak dikunjungi, warna-warna koralnya mempesona mata penyelam. Jika beruntung, Anda akan berpapasan dengan segerombolan school fish yang hilir mudik. Airnya sangat jernih sehingga membuat siapapun ingin merasakan deburannya. Cobalah berenang untuk merasakan sensasinya. Keindahan dan ketenangan alam Gili Meno membuat banyak yang menganggap pulau ini cocok untuk pasangan yang tengah berbulan madu.

meno island

Tidak itu saja, gili ini menawarkan wisata Turtle Sanctuary yakni sebuah tempat perlindungan dan pengembangbiakan kura-kura yang dikelola oleh seorang bernama Buolong. Selain kura-kura, hewan yang juga dilestarikan di Gili Meno adalah burung-burung langka. Bird Park tidak hanya dipenuhi oleh koleksi burung Indonesia namun juga burung langka dari mancanegara. Ratusan burung tropis ada disini seperti flamingo, pelikan, elang, beo dan lain-lain. Jika Anda ingin mengunjungi Bid Park, siapkan uang Rp. 50 ribu untuk tiket masuknya. Tempat ini dikelola oleh pengusaha Australia yang tinggal di Bali.

Gili Meno juga memiliki keindahan yang natural dan unik. Bagian dalam pulau ini sebagian besar dinaungi pohon kelapa. Asri dan eksotis. Tidak itu saja, Gili Meno juga bebas dari kebisingan karena di kawasan ini wisatawan dan warga tidak boleh menggunakan kendaraan bermotor. Hanya dengan cidomo atau jalan kaki saja Anda bisa mengelilingi pulau yang berada di antara Gili Trawangan dan Gili Air ini dalam waktu kurang dari 2 jam.

Di sisi barat Gili Meno terdapat danau dangkal yang menghasilkan garam di musim kemarau. Menariknya, untuk memenuhi kebutuhan air tawar, penduduk Gili Meno harus meng”ekspor” air tawar dari Lombok. Kendati beberapa penginapan bisa menggunakan pembayaran berupa kartu kredit sebaiknya Anda membawa banyak uang tunai, karena tidak ada ATM (Anjungan Tunai Mandiri) di Gili Meno. Anda bebas menentukan dimana akan menginap. Jika ingin menikmati malam di Gili Meno Anda bisa menginap di Gazebo Meno. Atau jika dari Gili Air, Anda bisa bermalam di Manta Dive Gili Air Hotel. Menginap di Gili Trawangan pun tak masalah karena masing-masing gili berdekatan. Anda bisa menginap di Ombak Sunset Hotel.

Pura di Lombok

Lombok, menarik tidak hanya karena peralihan di antara Indonesia Asia dan Australia fauna dan flora zona- atau yang dikenal sebagai garis Wallace, tetapi dikarenakan oleh dandanan kebudayaan yang memikat,dan berbagai elemen pencampuran kebudayaan itu sendiri. Lombok di kenal dengan” putri cantik yang terTidur”. para pengunjung dari eropa menggambarkannya sebagai “desa perdana yang muda dan yang manis ” jika dipandang dari pojok mata yang gemerlapan. Di satu hal, Lombok kelihatannya seperti Bali 50 tahun yang lalu.Ini disebabkan bahwa pada akhir abad ke-17 banyak orang bali yang berdatagan ke lombok dan masing-masing mempunyai kebudayaan dan peninggalan etniknya sendiri. Berikut ini adalah beberapa pura di Lombok antara lain.

PURA MERU

PURA MERU sebuah karya besar dan mengagumkan dari orang Bali, terletak berseberangan dengan Taman Mayura dan dibangun bersamaan pada tahun yang sama (1720), letak Pura ini di tengah kota Cakranegara, mudah dijangkau, banyak kendaraan umum dan dekat dengan hotel, baik hotel berbintang maupun hotel-hotel Melati. Pura Meru, terletak di tengah Kota Cakranegara dibangun pada tahun 1720 di bawah pangawasan Anak Agung Gde Karang Asem salah satu Raja Karang Asem yang dapat menguasai sebagian Wilayah Pulau Lombok, berkuasa pada tahun 1740 -1894. Pura ini merupakan Pura besar di Pulau Lombok dan salah satu Pura yang sangat menarik dan Indah, Pura Meru dibangun dengan maksud untuk tempat bersembahyang umat Hindu di Lombok, Pura Meru terdiri tiga halaman yang luas mebentang dari arah barat ke timur, halaman paling barat terdapat Rumah “Kulkul” atau Kentongan, halaman tengah terdapat dua buah bangunan besar yang beundak-undak (tangga).

pura mura

Bangunan ini digunakan untuk tempat menyusun sesaji untuk Upacara dan Sembahyangan sedangkan halaman paling timur terdapat bangunan tiga buah menara menjulang tinggi yang terdiri dari susunan atap yang khas dan unik, sebelas susun atap pada menara tengah, dan sembilan susun pada menara kiri dan kanan, merupakan simbol dari Dewa Shiwa, Dewa Wisnu dan Dewa Brahma. Untuk menuju lokasi Pura Meru sangat mudah, karena terletak ditengah-tengah kota dan banyak kendaraan umum yang melaluinya. Selain Taxi, kendaraan umum yang dapat dipergunakan adalah ANGKOT (bemo) angkutan rakyat yang banyak beroperasi di jalan, dengan tarif relatif murah dan kendaraan tradisional CIDOMO, atau kereta kuda. Jarak tempuh dari Pelabuhan Lembar ± 20 km, sedangkan dari Pelabuhan Udara SElaparang ± 5 km.

PURA LINGSAR

Pura Lingsar terletak di sebelah Utara Narmada dan merupakan tempat pemujaan yang berdampingan antara pemeluk agama Hindu dan suku Sasak. Pura Hindu yang disucikan ini didirikan pada tahun 1714. Suku Sasak yang beragama Islam bersama umat Hindu pada awal musim penghujan akhir bulan Nopember-Desember di tempat ini melaksanakan Perang Topat. Diawali dengan upacara persembahyangan di tempat pemujaan masing-masing, kemudian mereka memasuki lapangan di luat tempat pemujaan dan dilanjutkan dengan saling lempar dengan topat di antara para peserta upacara. Masyarakat meyakini bahwa upacara ini memberi berkah dengan turunnya hujan, sementara yang lain menyebutkan, upacara ini dilaksanakan sebagai wujud rasa syukur atas hujan yang dikaruniakan oleh Tuhan bagi kemakmuran hidup mereka.

PURA MAYURA

Mayura yang berarti Burung Merak dalam bahasa Sansekerta, adalah nama sebuah taman berlokasi di Cakranegara, dibangun oleh A.A. Made Karangasem pada tahun 1744 dengan nama Taman Kelepug yang diambil dari suara kelepug-kelepug air akibat deras- nya mata air yang ada di telaga dalam taman tersebut. Pada tahun 1866 taman ini direnovasi oleh Raja Mataram A.A. Ngurah Karangasem dan diganti nama menjadi taman Mayura. Konon di taman ini banyak terdapat burung merak yang memangsa ular yang banyak terdapat di taman tersebut. Ditengah-tengah taman terdapat sebuah bangunan terapung yaitu Bale Kambang yang dipakai untuk mengadili suatu perkara pada jaman penjajahan Belanda.

Hotel Green Asri Lombok

Green Asri Hotel adalah sebuah alternatif hunian di daerah Senggigi yang cocok untuk semua kalangan. Selain desain kamarnya yang minimalis dengan bangunan berbahan kayu yang menunjukan keasrian dengan alam dan lingkungan disekitarnya yang hijau, Green Asri Hotel memilik 11 unit villa yang berada di Jalan Raya Senggigi dan sangat dekat ke arah pantai Senggigi yang merupakan jantung dan ikonnya pariwisata pulau Lombok. Adapun beberapa fasilitas hotel yang ditawarkan oleh Green Asri Hotel antara lain :

  • Kolam renang
  • Restoran
  • Bar di kolam renang
  • Salon dan spa
  • Layanan kamar
  • Kotak tempat menyimpan barang-barang berharga

kamar

Setibanya anda di Villa Green Asri anda akan disambut oleh keramahan pelayanan kami dan kesejukan yang menyeruak yang akan menghilangkan kepenatan anda. Kunjungi dan rasakan kenyaman dan keramahan pelayanan kami. Hotel Green Asri berlokasi di pinggir jalan raya Senggigi, hotel ini sangat mudah di akses karena berada di pinggir Jalan Raya Senggigi menuju Pusat Wisata Senggigi maupun Kota Tua Ampenan. Hotel ini menawarkan beberapa type kamar yang dilengkapi dengan fasilitas kamar sebagai berikut :

  • Ruangan Pendingin atau AC
  • TV Channel
  • Tempat Tidur Dobel
  • Kulkas Mini
  • Kamar Mandi Air Panas
  • Handuk
  • Shampo
  • Sabun
  • Kamar Mandi Shower

Untuk akses menuju Green Asri Hotel dapat ditempuh dari Bandara International Lombok cukup hanya dengan menggunakan transportasi Damri dan minta turun di depan hotel, dari Pelabuhan Bangsal hanya dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan taxi sedangkan dari Pelabuhan Lembar dengan menggunakan angkutan umum turun di terminal mandalika dan naik lagi kendaraan umum menuju Kota Ampenan darisini bisa menggunakan angkutan umum menuju Senggigi dan turun di depan hotel.

Menikmati Keindahan Pantai Pink di Lombok

Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu ikon pariwisata di Indonesia yang namanya mulai dikenal para wisatawan dalam dan luar negeri. Hampir semua pantai di Pulau Lombok selalu memikat para wisatawan. Salah satu pantai yang tidak kalah menarik adalah Pantai Pink. Pantai ini terletak di Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Untuk mencapai Pantai Pink dapat ditempuh sekitar dua jam dari Kota Mataram, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pantai yang sebenarnya bernama Pantai Tangsi ini disebut sebagai Pantai Pink karena warna pasirnya yang didominasi oleh warna pink dan memiliki panorama alam yang sangat mengesankan dan keindahan alam yang begitu menakjubkan. Pada awalnya tidak banyak yang mengetahui keberadaan pantai cantik ini. Pantai ini hanya digunakan sebagai tempat transit nelayan-nelayan yang berasal dari Desa Tanjung Luar. Selain keindahan pantainya, di kawasan ini juga terdapat goa bersejarah peninggalan Jepang.

Konon kabarnya di tempat ini dulunya tempat pernah digunakan sebagai barak tentara Jepang ketika mendarat di Lombok pada tahun 1942. Selain untuk tempat persembunyian, goa ini menjadi tempat untuk mengintai musuh (sekutu) karena letaknya yang strategis dan menghadap pantai. Pantai Pink memiliki daya tarik tersendiri karena kekhasan warna pasirnya. Warna pink terbentuk karena butir-butir asli warna putih pasir bercampur dengan serpihan karang merah muda. Bias sinar matahari dan terpaan air laut menambah semakin jelas terlihat warna pink pantai tersebut.

pink beach

Tak kalah menariknya pada pantai ini dikelilingi tebing-tebing. Dari atas tebing, wisatawan dapat menikmati panorama alam seiring dengan embusan angin laut. Suara ombak sangat mengesankan membuat terpukau yang menikmatinya. Namun sayang kondisi infrastruktur jalan menuju Pantai Pink itu sangat rusak parah. Belum lagi tidak ada fasilitas umum yang memadai, seperti toilet, tempat ibadah serta transportasi umum ke pantai yang belum tersedia. Sebaiknya wisatawan menggunakan kendaraan sendiri dan membawa bekal sendiri karena di sana tidak ada warung. Meski jalan menuju pantai ini terbilang buruk, namun jangan khawatir rasa lelah di jalan akan terbayarkan jika Anda telah sampai di Pantai Pink.

Pemandangan indahnya seakan-akan menghapus rasa lelah Anda, pun dengan deru ombak kecilnya yang dapat menenangkan hati dan pikiran. Mata Anda akan terbelalak karena melihat hamparan pasir pink dan laut hijau kebiruan yang terhampar di Pantai Tangsi. Kekayaan bawah laut pantai ini memang menawan. Tidak perlu menyelam sampai di kedalaman tertentu, Anda hanya perlu snorkeling dan akan melihat berbagai biota laut di pantai ini. Asyiknya lagi pantai ini dangkal sehingga kita bisa bebas berenang tanpa takut arus yang deras. Berada di sebuah cekungan alias teluk membuat tak ada ombak besar menyambar daratan Pantai Pink yang memiliki arus cukup tenang dan tidak membahayakan. Jika sempat ber-snorkeling, maka Anda akan dibuat takjub oleh terumbu-terumbu karangnya yang sangat indah di pantai pink Lombok ini.

Pantai Kuta

Ketenaran nama Pantai Kuta Bali menjadi produk yang bisa dijual kepada wisatawan baik nasional maupun mancanegara. Namun tahukah Anda, di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat ada Pantai Segara Kuta yang keindahannya tak kalah dengan pantai Kuta Bali. Untuk mencapai pantai Segara yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah, perjalanan bisa ditempuh lewat darat selama satu jam dari Kota Mataram, ibu kota provinsi NTB.

Pantai yang terlihat hijau biru ditepikan pasir putih beratapkan langit biru yang diselingi awan putih menjadikan pantai ini cukup indah untuk dinikmati. Selain masih sepinya, pantai ini sewaktu saya berkunjung kesana hanya ada 1 turis asing yang sedang belajar berselancar. Sayang, akses menuju pantai kurang bagus. Untuk menuju entrance pantai sudah cukup bagus, jalan aspal dengan penataan landscape kiri kanan jalan yang ditanami dengan pohon palem raja. Sepertinya penataan ini adalah konsekuensi Hotel Novotel yang terletak tidak jauh dari pantai dengan bangunan gaya natural.

kuta beach

Sepinya pengunjung ke tempat ini barangkali tidak lepas dari kurangnya promosi. Ditambah, ledakan bom Bali seakan menjadi pertanda mati surinya dunia pariwisata. Tetapi yang mencolok adalah pengelolaan infrastruktur yang kurang memadai untuk mencapai pantai. Barangkali bila keadaan sudah berangsur pulih, Pemerintah Daerah mau mengelola dengan lebih baik untuk menjadikan pantai ini semakin rapi dan indah. Banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi sebelum tiba di pantai ini, antara lain kampung asli suku Sasak yakni Desa Sade.

Kampung yang telah berusia lebih dari 400 tahun ini masih menyajikan keasrian tempo dulu. Rumah-rumah adat beratapkan ”damen (jawa)”. Lantai rumah yang masih rutin diplester dengan kotoran kerbau, yang dipercaya sanggup mengusir roh jahat agar tidak menculik anak gadis. Selain kampung Sade, kita bisa mengunjungi kampung yang khusus membuat / menenun kain khas suku mereka. Sayangnya karena waktu yang membatasi langkah saya, kampung ini tidak sempat saya kunjungi, berharap waktu lain masih diberi kesempatan untuk mengunjungi Pulau Lombok lagi.

Air Terjun Benang Stokel

Berawal dari tersohornya pantai-pantai di kawasan inilah yang memberi efek pada objek-objek wisata yang sebelumnya tidak dikenal. Salah satunya adalah Benang Stokel. Potensi wisata alam yang terletak di desa Aik Berik sebelah utara Lombok Tengah ini ternyata memiliki kecantikan alami yang mampu menyerap banyak wisatawan yang penasaran terhadap objek wisata yang kian hari kian ramai dibicarakan oleh masyarakat ini.

Benang stokel adalah sebuah objek wisata air terjun yang terletak hampir 27 kilometer dari kota Mataram ke arah timur. Sejak dibuka, kawasan wisata ini mulai ramai dikunjungi masyarakat dari seantero Lombok, termasuk di antaranya wisatawan asing yang terpesona dengan kemolekan kawasan wisata tersebut. Bagi yang percaya bahwa air terjun tersebut konon memiliki khasiat, maka kesempatan melihat dari dekat tentu saja tidak disia-siakan.

benang stokel

Memasuki kawasan ini, pengunjung akan terhanyut oleh suasana sejuk, teduh dan menenangkan. Suasana yang sanggup menghilangkan penat di kepala akibat belenggu rutinitas harian yang menjemukan dan membuat stres. Suara alam yang berbaur menjadi satu menjanjikan suguhan yang lain dari sekedar wisata. Pesona air terjun Benang Stokel memang unik dan menarik. Tingkatan air yang dimiliki merupakan perlambang nuansa alami yang mampu mengundang kesakralan bagi para pengunjungnya.

Urutan air terjun pertama (paling atas) oleh masyarakat disebut Kelambu. Pada tingkatan kedua terdapat tiga air terjun berderet. Di bawahnya ada air terjun yang mengalir jauh hingga sampai di Kokoq (sungai) Babak, Lombok Barat. Ada cerita unik di balik kecantikan Benang Stokel. Konon, jalur Benang Stokel – Gunung Rinjani sering digunakan oleh orang-orang sakti untuk mencari berkah ke Gunung Rinjani, yang hingga saat ini, kebiasaan tersebut masih sering dilakukan oleh warga setempat.

Jalur penanjakan ke Gunung Rinjani biasanya ditempuh melalui kawasan Sambelia atau Senaru, namun menurut beberapa orang, jalur Benang Stokel dinilai memiliki jarak tempuh yang lebih pendek dibandingkan dengan kedua jalur biasa tersebut. Selain objek wisata air tejun, Benang Stokel juga memiliki potensi sebagai penghasil buah-buahan.

Kawasan di bagian utara ini juga direncanakan menjadi salah satu daerah agrowisata dan ekowisata yang mengedepankan tanaman kopi yang banyak tumbuh dan berkembang di daerah ini. Bahkan kawasan ini diproyeksikan menjadi kebun buah terbesar di indonesia Timur. Untuk menggali dan menarik minat wisatawan berkunjung ke kawasan Benang Stokel ini, pihak pemkab Lombok Tengah melalui Dinas Pariwisata telah memasarkan objek ini sebagai salah satu paket tujuan wisata yang dikemas sedemikian rupa.